Nama KelompokErika Putri Damayanti[13020115120035] Maya Puspa Dewi[13020115120048] Rista Luhtfi Rahmadyatri[13020115130066] Methods of Cultural Research JUDULLLLLL

Nama KelompokErika Putri Damayanti13020115120035
Maya Puspa Dewi13020115120048
Rista Luhtfi Rahmadyatri13020115130066
Methods of Cultural Research
JUDULLLLLL!!!!!!!
Latar BelakangPerkembangan teknologi dan informasi yang sangat pesat membuat individu dituntut untuk lebih unggul dalam segala hal. Banyaknya fasilitas dan banyak kemudahan yang ditimbulkan dari adanya perkembangan teknologi dan informasi ini mendorong masyarakat menjadi lebih dinamis. Termasuk juga dalam mengembangkan kemampuan diri untuk menghadapi ketatnya persaingan di dunia kerja. Bahkan persaingan yang diciptakan tidak hanya sekedar manusia yang satu dengan manusia lain, melainkan juga manusia dengan teknologi modern seperti halnya robot.

Ketatnya persaingan dalam berbagai hal menuntut setiap individu untuk memiliki keistimewaan dibandingkan dengan individu lain. Keistimewaan yang dimiliki ini seharusnya menjadi ciri khas yang bisa digunakan untuk bekal berkompetisi dalam dunia kerja dan keistimewaan setiap individu jika dimanfaatkan akan menjadi modal awal yang sangat bagus agar orang lain mampu mengenali kualitas yang ada dalam diri setiap individu. Untuk menunjukan kualitas yang ada dalam diri, individu dituntut untuk mampu mempromosikan dan menjual apa yang dimiliki. Kemampuan untuk mempromosikan diri ini bisa disebut sebagai personal branding. Personal branding adalah sebuah kemasan dan ciri khas yang melekat pada pribadi seseorang. Biasanya berkaitan dengan keahlian tertentu yang identik atau bahkan kepribadian atau personalitas seseorang tersebut.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Personal Branding pertama kali diperkenalkan oleh Tom Peters dalam artikelnya yang ditulis pada tahun 1997 yang berjudul The Brand Called You. Tom Peters menulis,” Tidak memandang umur, tidak memandang kedudukan, tidak peduli dalam bisnis apa kita berada, kita semua harus memahami betapa pentingnya branding. Kita adalah CEO perusahaan sendiri. Agar bisa tetap bertahan dalam bisnis saat ini, pekerjaan terpenting kita adalah merek. Anda bertanggung jawab atas merek anda. Anda harus memikirkan diri anda secara berbeda. Anda bukan “pekerja”, anda bukan “milik” perusahaan apapun sepanjang hanyatmu, anda tidak ditentukan oleh nama jabatan anda dan anda tidak dibatasi oleh deskripsi pekerjaan anda. Menjadi CEO dari Me, Inc menuntut anda untuk menumbuhkan semangat diri sendiri, untuk mempromosikan diri sendiri, membuat pasar menghargai diri anda.” Penggalan dari naskah artikel tersebut sangat jelas bahwa saat ini kita harus mempunyai personal branding. Dari pendapat Tom Peters tersebut, bisa dikatakan bahwa personal branding adalah tentang bagaimana anda melakukan redesigning for self-image, dengan melakukan sesuatu hal yang memiliki nilai unique dan spesial yang tidak dimiliki orang lain.

Salah satu bentuk personal branding yang akan penulis bahas dalam penelitian ini adalah keahlian dalam berbahasa Inggris, karena latar belakang penulis yaitu seorang mahasiswa jurusan Sastra Inggris. Kemampuan berbahasa Inggris saat ini sangat dibutuhkan, mengingat saat ini telah memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean yang membuka seluas-luasnya peluang bagi seluruh masyarakat dunia untuk bekerja di Indonesia dan sebaliknya. Selain memudahkan dalam berkomunikasi dan mendapat informasi, memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang baik mempunyai banyak manfaat lainnya, diantaranya menambah kolega, memperluas pergaulan, dan menumbuhkan pikiran yang lebih terbuka.

Seiring dengan perkembangan zaman, kemampuan untuk berbahasa Inggris seakan menjadi kebutuhan pokok dalam dunia kerja, karena dalam seleksi pekerjaan individu yang mampu berbahasa Inggris secara oral maupun tulisan akan lebih diminati oleh beberapa perusahaan dibanding yang tidak maka dari itu Bahasa Inggris sudah menjadi bahasa kedua yang digunakan dalam berkomunikasi di perusahaan karena Bahasa Inggris juga digunakan untuk menjalin hubungan dengan perusahaan dari luar negeri untuk mengembangkan pasar.

Banyak cara yang ditempuh untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris, salah satu sarana yang mudah dan menyenangkan untuk dilakukan adalah menonton reality show. Reality show memberikan kemudahan penggunanya karena mudah diakses dan mudah untuk dipelajari. Kelebihan dari belajar Bahasa Inggris melalui reality show adalah penggunaan Bahasanya yang menggunakan Bahasa sehari-hari dan mudah digunakan untuk belajar saat berbicara di depan umum. Tidak hanya bahasanya yang mudah dipahami, tetapi manfaat dari menonton reality show diantaranya adalah mendapatkan hiburan dan mempelajari atau mengetahui lifestyle dari negara tertentu.

Pada penelitian ini, reality show yang akan dibahas oleh penulis adalah Keeping Up with the Kardashians. Reality show tersebut menceritakan mengenai kehidupan sehari-hari dari keluarga selebriti Hollywood klan Kardashians yang sangat menjadi soroton trendsetter di Hollywood.

Rumusan Masalah:
Apakah reality show memberi dampak besar dalam perkembangan berbahasa Inggris?
Mengapa reality show sebagai sarana yang paling berpengaruh dalam belajar Bahasa Inggris?
Apakah hal lain yang didapatkan dari menonton reality show selain kemampuan berbahasa Inggris?
Thesis Statement: Mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris dengan menonoton reality show dapat memberikan dampak yang besar bagi kehidupan kita.