1 BAB I PENDAHULUAN A

1

BAB I
PENDAHULUAN

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

A. Latar Belakang
Hotel merupakan salah satu kebutuhan bagi para pelancong, baik daerah
tersebut maupun luar daerah. Kebutuhan akan hotel harus dipenuhi sesuai
dengan syarat-syarat sebagai hotel yang dapat menunjang lingkungan yang
bersih, indah, dan teratur sehingga penghuninya merasa aman serta tenteram
untuk tinggal di hotel tersebut. Dalam membangun hotel harus dapat
memenuhi setiap kebutuhan yang diinginkan masyarakat serta di lokasi yang
strategis.
Pesatnya perkembangan pembangunan hotel banyak mempengaruhi pola
pikir, sikap dan perilaku konsumen untuk mendapatkan hotel yang layak, aman
dan serasi dengan lingkungan serta terjangkau oleh daya beli masyarakat
dengan memberikan perhatian khusus pada masyarakat yang berpenghasilan
rendah, sedang, dan tinggi.
Persaingan dalam dunia perhotelan di Pontianak semakin tajam. Dengan
semakin majunya teknologi dalam era globalisasi ini, setiap perusahaan
berusaha untuk selalu meningkatkan kualitasnya dengan tujuan
memaksimalkan keuntungan sesuai target yang diinginkan.
Semakin tinggi tingkat persaingan dalam usaha jasa akomodasi ini
ditandai dengan makin banyaknya hotel yang menawarkan jasa sejenis serta
tamu yang semakin kritis akan pasar. Sebelum menjatuhkan pilihan pada jasa

2

yang ditawarkan para tamu akan mempertimbangan dengan matang, untuk
dapat memilih jasa yang sesuai dengan harapan mereka.
Kecepatan perkembangan perekonomian ini sangat dirasakan bahwa
bauran pemasaran merupakan salah satu ujung tombak untuk meningkatkan
penjualan. Pada penjualan jasa akomodasi yaitu perhotelan, meningkatnya
kamar sangat tergantung pada bauran pemasaran yang dilakukan perusahaan
dimana bauran pemasaran yang dilaksanakan dapat menimbulkan umpan balik
bagi perusahaan.
Perusahaan harus dapat merumuskan bauran pemasaran dengan tepat,
oleh karena itu perusahaan tidak dapat mengabaikan pendapat atau masukan
dari konsumen. Hal tersebut menuntut perusahaan untuk perlu mengetahui
faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi konsumen dalam pengambilan
keputusan konsumen memilih jenis kamar hotel. Konsep bauran pemasaran
tradisional (traditional marketing mix) terdiri dari 4P yaitu Product (produk),
Price (harga), promotion (promosi), Place (tempat atau lokasi). Sementara itu,
untuk pemasaran jasa perlu bauran pemasaran yang diperluas (expanded
marketing For services) dengan penambahan unsur non-traditional marketing
mix, yaitu People (orang), Process (proses) dan Physical Evidence (bukti
fisik), sehingga menjadi tujuh unsur (7P). Masing-masing dari tujuh unsur
bauran pemasaran tersebut saling berhubungan dan mempunyai suatu bauran
yang optimal sesuai dengan karakteristik segmennya.
Pada tabel di bawah ini dapat dilihat nama hotel yang ada di Kota
Pontianak sebagai berikut:

3

Tabel 1.1
Perhimpuan Hotel Dan Restoran Indonesia
Jumlah Hotel Di Kota Pontianak

No

Nama Hotel

Bintang

1 Hotel Aston Pontianak 4
2 Hotel Grand Mahkota 4
3 Hotel Mercure 4
4 Hotel Golden Tulip 4
5 Hotel Harris 4
6 Hotel Garuda 3
7 Hotel Bestwestern 3
8 Hotel Kapuas Palace 3
9 Hotel Santika 3
10 Hotel Orchardz Gajah Mada 3
11 Hotel Orchardz Ayani 3
12 Hotel Kini 3
13 Hotel Avara Boutique 3
14 Hotel Gajah Mada 3
15 Hotel Star 3
16 Hotel Kapuas Dharma 2
17 Hotel G 2
18 Hotel Merpati 2
19 Hotel Kartika 1
20 Hotel 2000 1
21 Hotel Orient Melati
22 Wisma Nusantara Melati
23 Hotel Queen Melati
24 Hotel Flamboyan Melati
25 Hotel Berlian Melati
26 Ateng House Melati
27 Hotel Hosana Inn Melati
28 Hotel Aroma In Melati
29 Hotel Central Melati
30 Hotel Mini Melati
31 Hotel Wijaya Kusuma Melati
32 Hotel Jeruju Baru Melati
33 Hotel Surya Melati
34 Wisma Patria Melati
35 Hotel Rahayu Melati
36 Guest House Melati
37 Hotel Khatulistiwa Melati
38 Duta In Melati

4

39 Hotel Borneo Melati
40 Hotel Pondok Jaya Melati
41 Hotel 95 Melati
42 Greend Leaf Inn Melati
Sumber: PHRI Pontianak (Perhimpunan Hotel Dan Restoran Seluruh
Indonesia) 2015
Meskipun di Kota Pontianak terdapat banyak hotel, namun Hotel
Orchardz Gajah Mada Pontianak masih menjadi tempat yang digemari
pelancong. Selanjutnya dari berbagai jenis kamar di atas dapat dilihat jumlah
kamar dan tempat tidur pada tabel berikut ini:

Tabel 1.2
Hotel Orchardz Gajah Mada Pontianak
Jumlah Kamar dan Jumlah tempat tidur
Tahun 2012-2015
Nomor

Jenis Kamar

Jumlah Kamar

Jumlah Tempat Tidur

1 Comfort 16 16
2 Superior 70 87
3 Deluxe 35 48
4 Executive 20 20
5 Primer Suite 7 7
Jumlah 148 178
Sumber: Hotel Orchardz 2015
Dari Tabel 1.2 dapat dapat dilihat jenis kamar Comfort memiliki jumlah
kamar 16 dan tempat tidur sebanyak 16. Untuk jenis kamar Superior memiliki
jumlah kamar 70 dan tempat tidur sebanyak 87. Jenis kamar Deluxe memiliki
jumlah kamar 35 dan tempat tidur sebanyak 48. Jenis kamar Esecutive
memiliki jumlah kamar 20 dan tempat tidur sebanyak 20. Jenis kamar Primer
Suite memiliki jumlah kamar 7 dan tempat tidur sebanyak 7.

5

Untuk menunjang kenyamanan pengunjung maka diperlukan fasilitas
yang harus disiapkan. Kesiapan fasilitas di Hotel Orchardz Gajah Mada
Pontianak dinilai cukup baik dan menunjang. Adapun fasilitas yang diberikan
oleh penyedia jasa kepada pengunjung Hotel Orchardz Gajah Mada Pontianak,
antara lain:
1. Fasilitas :
a. Resepsionis 24 jam
b. Layanan kamar 24 jam
c. Layanan kamar
d. Coffee shop
e. Restoran
f. Fasilitas pertemuan
g. Area merokok
h. Layanan laundry
i. Concierge
j. Penyimpanan bagasi
k. Lift
l. Kotak penyimpanan
2. Olahraga dan Rekreasi :
a. Fitness Center & Kids Club
3. Internet :
a. Wifi tempat umum
b. Wifi gratis di semua kamar

6

4. Tempat Parkir
adapun pembagian harga kamar Hotel Orchardz Gajah Mada Pontianak
dapat dilihat pada Tabel berikut ini.

Tabel 1.3
Hotel Orchardz Gajah Mada Pontianak
Tarif kamar menurut jenis kamar
Tahun 2012-2015
(Rupiah)
No Jenis Kamar
Tahun
2012 2013 2014
1 Comfort 568.000 568.000 580.000
2 Superior 668.000 668.000 680.000
3 Deluxe 748.000 748.000 780.000
4 Executive 798.000 798.000 900.000
5 Primer Suite 1.398.000 1.600.000 1.700.000
Sumber: Hotel Orchardz 2015
Dari Tabel 1.3 dapat dilihat tarif harga kamar hotel berdasarkan jenis
kamar. Untuk jenis kamar Comfort pada Tahun 2012-1013 tidak mengalami
perubahan tarif, selanjutnya mengalami kenaikan Tahun 2014 sebesar 2,6%.
Untuk jenis kamar Superior pada Tahun 2012-2013 Rp tidak mengalami
perubahan tarif, Tahun 2014 mengalami kenaikan sebesar 2,6%. Untuk jenis
kamar Deluxe pada Tahun 2012-2013 tidak mengalami perubahan tarif, Tahun
2014 mengalami kenaikan sebesar menjadi 6,9%. Untuk jenis kamar Executive
pada Tahun 2012-2013 tidak mengalami kenaikan, Tahun 2014 mengalami
kenaikan sebesar 22,2%. Untuk jenis kamar Primer Suite pada Tahun 2012 –
2013 mengalami kenaikan sebesar 43,9%, Tahun 2014 menjadi mengalami
kenaikan sebesar 21,7%.

7

Adapun pemberian discount dapat diberikan untuk setiap pergantian
Tahun, selain itu diberikan juga pada setiap perayaan hari besar, seperti imlek,
idul fitri, natal, dll. Pemberian discount sebesar 10% – 20% diberikan hanya
untuk tipe jenis kamar Comfort agar dapat menarik minat konsumen untuk
menginap di Hotel Orchardz Gajah Mada.
Adapun jumlah tamu yang menginap di Hotel Orchardz Gajah Mada
Pontianak dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 1.4
Hotel Orchardz Gajah Mada Pontianak
Jumlah Tamu yang menginap
Tahun 2012-2015

No Tamu
Tahun
2012 2013 2014
1 Domestik 47.058 50.876 50.130
2 Asing 3.050 2.598 2.554
Jumlah 50.108 53.474 52.684
Sumber: Hotel Orchardz 2015

Dari Tabel 1.4 dapat dilihat pada Tahun 2012-2013 tamu domestik
mengalami kenaikan sebesar 89,4% sedangkan tamu asing mengalami
penurunan sebesar 10,6%. Pada Tahun 2013-2014 tamu domestik mengalami
penurunan sebesar 94,4% sedangkan tamu asing mengalami penurunan 5,6%.
Tabel berikut ini adalah tabel yang mengambarkan Jumlah Tamu Menurut
Maksud Kedatangan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di tabel berikut ini.

8

Tabel 1.5
Hotel Orchardz Gajah Mada Pontianak
Jumlah Tamu Menurut Maksud Kedatangan
Tahun 2012-2015
No

Jumlah Tamu Menurut Maksud
Kedatangan
2012

2013

2014

1 Berlibur 8.239 8.530 8.435
2 Bisnis 19.450 31.851 32.457
3 Mengikuti Pertemuan (Meeting) 6.850 7.225 6.880
4 Tugas/Misi (Non Bisnis) 2.750 2.818 2.580
5 Lain-Lain 2.819 3.050 2.332
Jumlah 50.108 53.474 52.684
Sumber: Hotel Orchardz 2015
Berdasarkan Tabel 1.5 di atas jumlah tamu Hotel Orchardz Gajah Mada
Pontianak Pada Tahun 2012-2013 yang berlibur mengalami kenaikan 2,2%,
bisnis mengalami penurunan 92,8%, mengikuti pertemuan (meeting)
mengalami kenaikan sebesar 2,8%, Tugas/misi (non Bisnis) mengalami
kenaikan 0,5% dan Lain-lain mengalami kenaikan 1,7%. Pada Tahun 2013-
2014 jumlah tamu yang berlibur mengalami penurunan 4,7%, bisnis
mengalami kenaikan 30,3%, mengikuti pertemuan (meeting) mengalami
penurunan 17,2%, Tugas/misi (non Bisnis) mengalami penurunan 11,9% dan
Lain-lain mengalami penurunan 35,9%.
Tabel berikut ini adalah tabel yang menunjukkan tingkat hunian tiap tipe
kamar sebagai berikut :

9

Tabel 1.6
Hotel Orchardz Gajah Mada Pontianak
Jumlah Penjualan tiap tipe kamar
Tahun 2012-1015
No Jenis Kamar
Tahun
2012 2013 2014
1 Comfort 3.654 4.661 3.976
2 Superior 9.229 10.132 9.743
3 Deluxe 6.875 6.742 6.821
4 Executive 3.374 4.072 3.972
5 Primer Suite 1.231 1.297 1.287
Jumlah 24.363 26.904 25.799
Sumber: Hotel Orchardz 2015
Dapat dilihat pada Tabel 1.6 jumlah penjualan pada tipe kamar Comfort
pada Tahun 2012 sebesar 3.654, pada Tahun 2013 mengalami kenaikan
menjadi 4.661, sedangkan pada Tahun 2014 mengalami penurunan menjadi
3.976. Pada tipe kamar Superior di Tahun 2012 sebesar 9.229, pada Tahun
2013 mengalami kenaikan menjadi 10.132, sedangkan pada Tahun 2014
mengalami penurunan menjadi 9.743. Pada tipe kamar Deluxe pada Tahun
2012 sebesar 6.875, pada Tahun 2013 mengalami penurunan menjadi 6.742,
sedangkan pada Tahun 2014 mengalami kenaikan menjadi 6.821. Pada tipe
Executive Tahun 2012 sebesar 3.374, pada Tahun 2013 mengalami kenaikan
menjadi 4.072, sedangkan pada Tahun 2014 mengalami penurunan menjadi
3.972. Pada tipe Primer Suite pada Tahun 2012 sebesar 1.231, pada Tahun
2013 mengalami kenaikan menjadi 1.297, sedangkan pada Tahun 2014
mengalami penurunan menjadi 1.287.

10

Tabel 1.7
Hotel Orchardz Gajah Mada Pontianak
Tingkat hunian tiap tipe kamar
Tahun 2012-1015
No Jenis
kamar
Jumlah
Kamar
Jumlah Kamar
Tersedia Per Tahun Tingkat Hunian
2012 2013 2014 2012 2013 2014
1. Comfort 16 5.856 5.840 5.840 62,40% 79,81% 68%
2. Superior 70 25.620 25.550 25.550 36% 39,65% 38,13%
3. Deluxe 35 12.810 12.775 12.775 53,70% 52,77% 53,39%
4. Executive 20 7.320 7.300 7.300 46,10% 55,78% 54,41%
5. Primer Suite 7 2.562 2.555 2.555 48% 50,76% 50,37%
Jumlah 148

Sumber : Hotel Orchardz 2015

Dapat dilihat pada Tabel 1.7 tingkat hunian pada tipe kamar Comfort
pada Tahun 2012 sebesar 62,40% , pada Tahun 2013 mengalami kenaikan
menjadi 79,81% , sedangkan pada Tahun 2014 mengalami penurunan menjadi
68%. Pada tipe kamar Superior di Tahun 2012 sebesar 36% , pada Tahun 2013
mengalami kenaikan menjadi 39,65%, sedangkan pada Tahun 2014 mengalami
penurunan menjadi 38,13%. Pada tipe kamar Deluxe pada Tahun 2012 sebesar
53,70%, pada Tahun 2013 mengalami penurunan menjadi 52,77% , sedangkan
pada Tahun 2014 mengalami kenaikan menjadi 53,39%. Pada tipe Executive
Tahun 2012 sebesar 46,10%, pada Tahun 2013 mengalami kenaikan menjadi
55,78% , sedangkan pada Tahun 2014 mengalami penurunan menjadi 54,41%.
Pada tipe Primer Suite pada Tahun 2012 sebesar 48%, pada Tahun 2013
mengalami kenikan menjadi 50,76% , sedangkan pada Tahun 2014 mengalami
penurunan menjadi 50,37%.

11

Tabel 1.8
Hotel Orchardz Gajah Mada Pontianak
Pendapatan Tiap Tipe Kamar (Rp)
Tahun 2012-2014
No

Jenis Tipe
Kamar

Tahun
2012 2013 2014
1 Comfort 2,075,472.000 2,647,448.000 2,306,080.000
2 Superior 6,164,972.000 6,768,176.000 6,625,240.000
3 Deluxe 5,142,500.000 5,043,016.000 5,320,380.000
4 Executive 2,692,452.000 3,249,456.000 3,574,800.000
5 Primer Suite 1,720,938,000.000 2,075,200,000.000 2,187,900,000.000
Jumlah 1,737,013,396.000 2,092,908,096.000 2,205,726,500.000
Sumber: Hotel Orchardz 2015
Pada Tabel 1.8 dapat dilihat pendapatan tipe kamar Comfort pada Tahun
2012-2013 mengalami kenaikan sebanyak 0,16%, sedangkan pada Tahun
2013-2014 mengalami penurunan sebesar 0,30%. Pada tipe kamar Superior
pada Tahun 2012-2013 mengalami kenaikan sebesar 0,17%,sedangkan pada
Tahun 2013-2014 mengalami penurunan sebesar 0,13%. Pada tipe kamar
Deluxe pada Tahun 2012-2013 mengalami penurunan sebesar
0,03%,sedangkan pada Tahun 2013-2014 mengalami kenaikan sebesar 0,02%.
Pada tipe kamar Executive pada Tahun 2012-2013mengalami kenaikan sebesar
0,16%, sedangkan pada Tahun 2013-2014 mengalami peningkatan 0,29%.
Pada tipe kamar Primer Suite pada Tahun 2012-2013 mengalami kenaikan
sebesar 99,54%, sedangkan pada Tahun 2013-2014 mengalami kenaikan
sebesar 99,90%.
Dilihat dari perkembangan jumlah tamu yang berkunjung di Hotel
Orchardz Gajah Mada Pontianak menunjukkan jumlah yang stabil, di mana
setiap tahun sejak Tahun 2012 sampai Tahun 2014 jumlah tamu mengalami

12

peningkatan. Kestabilan jumlah tersebut tentunya menggambarkan wujud
kepercayaan dan minat dari tamu untuk menginap di Hotel Orchardz Gajah
Mada Pontianak.
Sejalan dengan permasalahan tersebut dan mengingat pentingnya bauran
pemasaran dalam Hotel, maka peneliti merasa tertarik mengadakan penelitian
dengan judul: “Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran (7P) Terhadap Keputusan
Konsumen Untuk Menginap Di Kamar Superior Di Hotel Orchardz Gajah
Mada Pontianak”.

B. Permasalahan
Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas, maka yang menjadi
permasalahan dalam penelitian ini adalah: “Apakah Bauran Pemasaran (7P)
Berpengaruh Terhadap Keputusan Konsumen Untuk Menginap Di Kamar
Superior Di Hotel Orchardz Gajah Mada Pontianak”.

C. Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah diperlukan agar dalam analisis dan pembahasan
yang dilakukan tidak menyimpang dan sesuai dengan tujuan yang ingin
dicapai. Oleh karena itu, permasalahan dalam penelitian ini dibatasi pada
variabel-variabel, yaitu:
1. Product (produk)
2. Price (harga)
3. Promotion (promosi)
4. Place (tempat atau lokasi)

13

5. People (orang)
6. Process (proses)
7. Physical Evidence (bukti fisik)

D. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran
(7P) terhadap Keputusan Konsumen Untuk Menginap Di Kamar Superior Di
Hotel Orchardz Gajah Mada Pontianak
E. Manfaat Penelitian
Adapun kegunaan dari peneliti dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Bagi Perusahaan
Penelitian ini dapat berguna sebagai bahan pertimbangan bagi manajemen
perusahaan dalam mengambil keputusan-keputusan dalam masalah bauran
pemasaran di masa yang akan datang.
2. Bagi Penulis
Pengalaman berharga dalam mengaplikasikan teori-teori yang telah
diperoleh melalui perkuliahan dalam bentuk karya ilmiah berupa skripsi.
3. Bagi Almamater
Penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu referensi bagi mahasiswa
yang ingin mengkaji lebih dalam dan sebagai pembanding penelitian
sejenisnya.

14

F. Kerangka Pemikiran
Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antra bauran pemasaran
yang terdiri dari variabel-variabel produk, harga, promosi, tempat, orang,
proses dan bukti fisik dengan keputusan konsumen menginap pada Hotel
Orchardz Gajah Mada Pontianak. Bauran pemasaran atau Marketing mix
adalah kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem
pemasaran, variabel mana dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk
mempengaruhi perilaku para pembeli atau konsumen.
Variabel atau kegiatan tersebut perlu dikombinasikan dan
dikoordinasikan oleh perusahaan seefektif mungkin dalam melakukan tugas
atau kegiatan pemasarannya. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya
sekedar memiliki kombinasi kegiatan yang terbaik saja, akan tetapi dapat
mengkoordinasikan berbagai variabel marketing mix tersebut untuk
melaksanakan program pemasaran secara efektif.
Menurut Hurriyati (2005:49): “Untuk bauran pemasaran jasa mengacu
pada konsep bauran pemasaran tradisional yang terdiri dari 4P, yaitu produk,
harga, tempat/lokasi dan promosi yang diperluas dengan penambahan unsur
non tradisional yaitu orang, fasilitas fisik dan proses sehingga menjadi tujuh
unsur (7P)”.
Adapun masing-masing unsur bauran pemasaran jasa di atas dapat
dijelaskan sebagai berikut:

15

1. Produk (Product)
Menurut Kotler yang dikutip oleh Ratih (2005:50) pengertian produk
adalah sebagai berikut: “Product (Produk) adalah segala sesuatu yang dapat
ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan atau
dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang
bersangkutan.”
2. Tarif Harga (Price)
Harga menjadi faktor penentu dalam pembelian dan menjadi salah satu
unsur penting dalam menentukan bagian pasar dan tingkat keuntungan
perusahaan. Definisi harga menurut Tjiptono (2002:151): “Harga merupakan
satuan moneter atau ukuran lainnya (termasuk barang dan jasa lainnya) yang
ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang
atau jasa”.
3. Promosi (Promotion)
Promosi digunakan untuk menginformasikan kepada orang mengenai
produk-produk dan meyakinkan para pembeli dalam pasar sasaran suatu
perusahaan, organisasi saluran, dan masyarakat umum untuk membeli
barangnya. Alma (2000:135) mengatakan bahwa: “Promosi adalah sejenis
komunikasi yang memberi penjelasan yang meyakinkan calon konsumen
tentang barang dan jasa”.
4. Tempat/Lokasi Pelayanan (Place)
Menurut Ratih Hurriyati (2005:55): “Untuk produk industri manufaktur
Place diartikan sebagai saluran distribusi, sedangkan untuk produk industri

16

jasa, Place diartikan sebagai tempat pelayanan jasa”. Menurut Carvens
(1998:28) saluran distribusi itu sendiri mempunyai arti: “Jaringan organisasi
yang melakukan fungsi-fungsi yang menghubungkan produsen dengan
pengguna akhir”.
5. Orang (People)
Ratih Hurriyati (2005:62) menyatakan bahwa: “Semua yang memainkan
peranan dalam penyajian jasa sehingga dapat mempengaruhi pembeli”.
Elemen-elemen dari People adalah pegawai perusahaan, konsumen dan
konsumen lain dalam lingkungan jasa.
6. Proses (Process)
Proses menurut Zeitmal dalam Hurriyati (2005:64) adalah : “Semua
prosedur aktual, mekanisme, dan aliran aktivitas yang digunakan untuk
menyampaikan jasa”. Proses dalam jasa merupakan faktor utama dalam bauran
pemasaran jasa seperti pelanggan jasa akan sering merasakan sistem
penyerahan jasa sebagai bagian dari jasa itu sendiri. Selain itu keputusan dalam
manajemen operasi adalah sangat penting untuk suksesnya pemasaran jasa.
7. Pendukung Fisik (Physical Evidence)
Menurut Nirwana (2004:47) : “Fasilitas pendukung merupakan bagian
dari pemasaran jasa yang memiliki peranan cukup penting. Karena jasa yang
disampaikan kepada pelanggan tidak jarang memerlukan fasilitas pendukung di
dalam penyampaian”.Hal ini akan semakin memperkuat keberadaan dari jasa
tersebut. Karena dengan adanya fasilitas pendukung secara fisik, maka jasa
tersebut akan dipahami oleh pelanggan.

17

Dengan demikian kerangka pemikiran dalam penelitian ini sebagai
berikut:

Gambar 1.1
Kerangka Pemikiran
Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran (7P)
Terhadap Keputusan Konsumen Untuk Menginap
Di Kamar Superior Hotel Orchardz Gajah Mada Pontianak

Keterangan:
Variabel X1: Produk
Variabel X2: Harga
Variabel X3: Promosi
Variabel X4: Tempat
Variabel X5: Orang
Variabel X6: Proses
Variabel X7: Bukti fisik
Variabel Y: Keputusan Konsumen

18

Untuk memperjelas dan memudahkan pemahaman dalam melaksanakan
penelitian di lapangan maka variabel yang ada dirumuskan secara operasional
seperti yang terdapat pada Tabel 1.8 berikut ini.

Tabel 1.9
Parameter Pengukuran Variabel Secara Operasional
Variabel Keteranagan
Variabel
Indikator Pengukuran
X1 Produk

1. Interior kamar yang modern
2. Dilihat dalam brosur tentang kamar Superior
3. Kelengkapan fasilitas tambahan kamar Superior
4. Kelengkapan isi kulkas(minibar) yang komplit
5. Jumlah kamar dan jumlah tempat tidur (bed) kamar
Superior lebih banyak
X2 Harga

1. Harga sesuai dengan fasilitas yang ditawarkan
2. Harga yang ditetapkan sesuai dengan manfaat yang
didapatkan
3. Harga yang ditawarkan terjangkau
4. Adanya potongan harga (diskon)
5. Harga yang ditawarkan tidak jauh berbeda dibandingan
kamar kelas lainnya
X3 Promosi

1. Menggunakan media periklanan (brosur, spanduk, Koran,
radio, internet) lebih bisa dimengerti
2. Tenaga penjual yang mendatangi Kantor atau instansi
3. Kegiatan Atau Event Yang Disponsori Hotel Orchardz
Gajah Mada
4. Penawaran paket-paket hemat (paket meeting)
5. Pemberian discount oleh pihak Hotel
X4 Tempat

1. Lokasi hotel strategis
2. Lokasi hotel mudah dijangkau pelanggan
3. Lingkungan sekitar hotel yang nyaman
4. Lokasi hotel mempermudah untuk melaksanakan kegiatan
5. Hotel Orchardz dekat dengan pusat perbelanjaan
X5 Orang

1. Kemampuan karyawan hotel dalam mengatasi keluhan
tamu
2. Penampilan karyawan hotel rapi dan sopan
3. Tutur bahasa yang sopan dan mudah dimengerti
4. Hotel orchardz memiliki standard greeting
5. Karyawan hotel dapat memberikan informasi yang
dibutuhkan tamu

19

X6 Proses 1. Pelayanan disampaikan oleh karyawan hotel sesuai dengan
pesanan dan sesuai dengan waktu yang dijanjikan
2. Karyawan sangat profesional dan cakap dalam
menjalankan pekerjaannya masing-masing
3. Pelayanan di kamar cepat direspon oleh karyawan hotel
4. Pelayanan check-in dan check-out mudah dan cepat
5. Pelayanan reservasi mudah dan cepat
X7 Bukti fisik 1. Kebersihan lingkungan serta tata letak ruang yang rapi
2. Desain interior kamar yang menarik
3. Lahan parkir yang menunjang dan aman
4. Tersedianya fasilitas cafe, restaurant, ruangan meeting,
fitnes center dan kids club di hotel
5. Desain bentuk hotel yang menarik dan modern
Y Keputusan
Konsumen

1. Keputusan saya menginap di kamar Superior karena
Pengenalan masalah kualitas dan pelayanan berkasarkan
Bauran Pemasaran yang dilakukan oleh Hotel Orchardz
Gajah Mada
2. Fasilitas dan pelayanan yang saya terima sesuai dengan
informasi yang saya peroleh melalui Bauran Pemasaran
yang dilakukan oleh Hotel Orchardz Gajah Mada
3. Saya memilih untuk menggunakan kamar Superior
berdasarkan informasi Bauran Pemasaran yang dilakukan
oleh Hotel Orchardz Gajah Mada
4. Saya memutuskan untuk menggunakan kamar Superior
berdasarkan informasi Bauran Pemasaran yang dilakukan
oleh Hotel Orchardz Gajah Mada
5. Saya akan selalu menggunakan kamar Superior selama
menginap karena fasilitas dan pelayanan sesuai dengan
informasi yang saya peroleh berdasarkan Bauran
Pemasaran yang dilakukan oleh Hotel Orchardz Gajah
Mada

G. Metode Penelitian
1. Bentuk Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode survei, yaitu penelitian yang dilaksanakan
pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang digunakan adalah data
sampel yang diambil dari populasi yang ada.
2. Teknik Pengumpulan Data
a. Data Primer
Data primer yaitu data yang didapat dari sumber pertama, dari individu

20

seperti hasil pengisian kuisioner yang bisa dilakukan oleh peneliti.
1. Kuisioner, yaitu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan
meminta keterangan pada responden dengan cara menggunakan daftar
pertanyaan yang telah disusun oleh penulis.
2. Observasi, yaitu mengadakan pengamatan secara langsung pada
perusahaan, seperti mengamati kegiatan konsumen yang menginap di
Hotel Orchardz Gajah Mada Pontianak.
b. Data sekunder
Data sekunder yaitu pengumpulan data yang diperoleh secara tidak
langsung atau dari sumber-sumber lain berupa catatan-catatan atau
dokumen-dokumen perusahaan dan buku-buku yang mendukung
penelitian ini.

3. Populasi dan Sampel Penelitian
a. Populasi
Menurut Sugiyono (2008:80) : “Populasi adalah wilayah generalisasi
yang berdiri dari objek/subjek yang mempunyai kualitas tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya”. Jadi, populasi dalam penelitian ini ialah seluruh konsumen
yang menggunakan kamar Superior.
b. Sampel
Menurut Sugiyono (2008:81) : “Sampel adalah bagian dari jumlah dan
karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Untuk itu sampel yang

21

diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili)”. Semakin
besar sampel akan semakin besar kemungkinan untuk membuat keputusan
yang tepat dalam menolak hipotesis nol atau yang dikenal sebagai statistical
power. Penentuan jumlah sampel yang tidak diketahui jumlah populasinya
menurut Purba (1996:34) dapat menggunakan dengan Rumus Z score untuk
menentukan jumlah sampel minimum yang harus digunakan dalam penelitian
adalah sebagai berikut:
Z2
n = ————–
4(moe)2
Keterangan :
n = Jumlah sampel
Z = Tingkat distribusi normal pada taraf signifikan 5% atau
(1,96)
Moe = Margin of Error Maximum, adalah tingkat kesalahan
maximum pengambilan sampel yang masih dapat
ditoleransi sebesar 10% atau 0,1

Z2
n = ————–
4(moe)2

1,96 2
n = ————–
4(0,1)2

3,8416
n = ————–
4 (0,01)

3,8416
n = ————– = 96,04 digenapkan menjadi 100 Orang
0,04

22

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, sampel yang akan digunakan
dalam penelitian ini sejumlah 100 tamu Di Kamar Superior Di Hotel Orchardz
Gajah Mada Pontianak. Penentuan sampel penelitian ini bersifat tidak acak
(non-probability sampling) di mana anggota populasi tidak mempunyai
kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai anggota sampel. Dalam
penelitian ini, metode pengambilan sampel yaitu dengan accidental sampling
di mana individu yang dipilih adalah individu yang kebetulan dijumpai berada
di lokasi penelitian.
4. Teknik Analisis Data
Pengukuran variabel dalam penelitian ini menggunakan skala Likert,
yaitu mengukur tingkat persetujuan dan ketidaksetujuan responden terhadap
pernyataan atau pertanyaan yang diajukan. Skala Likert dapat dikategorikan
dalam 5 alternatif jawaban atas setiap pernyataan yang diajukan kepada
responden. Kelima alternatif jawaban tersebut kemudian dilakukan penskoran,
yaitu :
a. Alternatif jawaban sangat tidak setuju diberi skor 1
b. Alternatif jawaban tidak setuju diberi skor 2
c. Alternatif jawaban kurang setuju diberi skor 3
d. Alternatif jawaban setuju diberi skor 4
e. Alternatif jawaban sangat setuju diberi skor 5
a. Uji Instrument
Suatu instrumen dapat dikatakan baik apabila telah memenuhi dua
persyaratan, yaitu valid dan reliabel. Berikut ini adalah pembahasan tentang uji

23

validitas dan reliabilitas dari instrument-instrument yang ada:
1). Uji Validitas
Menurut Ancok (1995 : 122) yaitu Validitas menunjukkan sejauh
mana suatu alat ukur mampu mengukur apa yang ingin diukur. Valid
tidaknya suatu item instrumen dapat diketahui dengan membandingkan
indeks korelasi Product moment Pearson dengan level signifikansi 5%
dengan nilai kritisnya, di mana r dapat digunakan rumus (Arikunto, 2002 :
150):

rxy =

Keterangan:
r = koefisien korelasi
n = banyaknya sampel
X = skor item X
Y = skor item Y
Bila probabilitas hasil korelasi lebih kecil dari 0,05 (5%) maka dinyatakan
valid dan sebaliknya dinyatakan tidak valid. Untuk melakukan uji validitas.
2). Uji Reliabilitas
Menurut Ancok adalah (1995 : 140) Reliabilitas adalah indeks yang
menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya atau dapat
diandalkan. Pengujian reliabilitas instrumen dilakukan dengan menguji
skor antar item dengan menggunakan rumus alpha cronbach (Arikunto, ????
????????????
???
??
?
2222YYNXXN
YXXYN

24

2002: 171) yaitu:
=

dimana:

= reliabilitas instrumen
k = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal
?b2 = jumlah varians butir
?t2 = varians total
Menurut Arikunto (1993 : 180) Instrumen dapat dikatakan andal (reliable)
bila memiliki koefisien keandalan reliabilitas sebesar 0,6 atau lebih. Bila
alpha lebih kecil dari 0,6 maka dinyatakan tidak reliabel dan sebaliknya
dinyatakan reliabel.
b. Alat-alat analisis
1) Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif,
analisis kuantitatif dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis
regresi linier berganda. Analisis regresi linier berganda merupakan suatu
model matematis yang dapat digunakan untuk mengetahui pola hubungan
antara dua variabel atau lebih. Pola hubungan itu dapat bentuk persamaan
estimasi yang menunjukkan hubungan sebab akibat antara variabel terikat (Y)
dalam penelitian ini keputusan konsumen, dan variabel bebas (X) meliputi
produk, harga, promosi, tempat, proses, orang dan yang diberi notasi X1, X2,
X3, X4, X5, X6 dan X7. Model persamaan regresi linier berganda dalam 11r ??
?
?
??
?
?
??
?
??
?
?
?
?
2
2
11t
b
k
k
?
? 11r

25

penelitian ini dapat ditulis sebagai berikut :
Y = a0+a1X1+a2X2+a3X3+a4X4+a5X5+a6X6+a7X7
Keterangan:
Y = keputusan konsumen
a0 = Nilai intercept (konstanta)
a1… a7 = Koefesien arah regresi
X1 = Produk/Product
X2 = Harga/Price
X3 = Promosi/Promotion
X4 = Tempat/Place
X5 = Orang/People
X6 = Proses/Process
X7 = Bukti Fisik/Physical Evidence
2) Koefisien Korelasi (r)
Koefesien korelasi (r), yaitu digunakan untuk mengukur derajat atau
kekuatan korelasi (hubungan) antara variabel-variabel bebas dengan variabel
terikat. Selanjutnya untuk menginterpretasikan nilai koefesien korelasi tersebut
mengacu pada nilai (r) Tabel berikut ini:
Tabel 1. 10
Interpretasi Koefesien Korelasi
Nilai (r)
Interval Koefesien

Tingkat Hubungan

0,00 – 0,199
0,20 – 0,399
0,40 – 0,599
0,60 – 0,799
0,80 – 1,000
Sangat rendah
Rendah
Cukup
Kuat
Sangat kuat
Sumber: Riduwan (2010:228)
3) Koefesien Determinasi (R2)

26

Analisis koefesien determinasi (R2) digunakan untuk mengetahui berapa
besar kemampuan variabel bebas (X) dalam menerangkan atau menjelaskan
variasi naik turunnya variabel terkait (Y). Nilai R2 ini berkisar antara 0 < R2 <
1. Apabila R2 mendekati (satu), berarti model yang digunakan semakin kuat
untuk menerangkan atau menjelaskan variasi variabel terkait. Sebaliknya, jika
R2 semakin kecil atau mendekati 0 (nol), maka dapat dikatakan sumbangan dari
variabel bebas terhadap variabel terikat semakin kecil.
4) Uji Pengaruh simultan ( F test)
Untuk mencari pengaruh variabel bebas secara simultan terhadap
variabel terikat, maka digunakan uji F.

Dimana:
JKreg = jumlah kuadrat regresi
JKres = jumlah kuadrat residu
K = banyaknya variabel bebas
n = banyaknya subyek
Hipotesis uji F untuk melihat pengaruh secara simultan atau serentak dari
seluruh variabel bebas terhadap variabel terikat dirumuskan dalam
hipotesis berikut ini.
H0 : X1 = X2 = X3 = X4 = X5 = X6 = X7; Tidak ada pengaruh Signifikan
Variabel Produk (X1), Harga (X2), Promosi (X3), Tempat ??1???knJK
kJKF
r es
r eg

27

(X4), Orang (X5), Proses (X6), Bukti fisik (X7) terhadap
Keputusan Konsumen Untuk Menginap Di Kamar Superior
Di Hotel Orchardz Gajah Mada Pontianak (Y)
H1 : X1 ? X2 ? X3 ? X4 ? X5 ? X6 ? X7; Terdapat pengaruh Signifikan
Variabel Produk (X1), Harga (X2), Promosi (X3), Tempat
(X4), Orang (X5), Proses (X6), Bukti fisik (X7) terhadap
Keputusan Konsumen Untuk Menginap Di Kamar Superior
Di Hotel Orchardz Gajah Mada Pontianak (Y)
5). Uji t (Pengujian secara Parsial)
Uji t berarti melakukan pengujian terhadap koefisien regresi secara
parsial. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui signifikansi peran secara
parsial antara dependent terhadap independen dengan mengasumsikan
bahwa independent lain dianggap konstan. Sugiyono (2010:250) merumuskan
Uji t sebagai berikut:

Keterangan:
t = Distribusi t
n = Jumlah data
r = Koefisien korelasi parsial
r2 = Koefisien determinasi
t hasil perhitungan ini selanjutnya dibandingkan dengan ttable dengan
menggunakan tingkat kesalahan 0,05. Kriteria yang digunakan sebagai dasar
perbandingan sebagai berikut : 21
2
r
nrt
?
??

28

1. Ho diterima jika nilai t table < t hitung t table atau t hitung ?, maka Ho diterima.
2. Jika probabilitas (sig)